HISAAB DAN RU'YAH KALENDER QAMARIAH

Hisaab menurut kamus berarti ilmu hitung/ilmu matematika. Kalender Qamariah adalah sistem penanggalan (penanda waktu) yang mendasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.  Dengan demikian hisaab kalender qamariah berarti ilmu matematika yang menerangkan gerak-gerik bulan sebagai penanda waktu dalam bahasa matematika sebagai satu teori. Sedangkan Ru’yah berarti mempersaksikan (dengan mata) sebagai pembuktian dari teori hisaab (ilmu matematika) tentang gerak-gerik bulan.

Berdasarkan kaidah ilmiah : sebuah teori apapun juga harus didukung oleh sebuah pembuktian.  Dan teori akan dianggap sah jika sejalan dengan pembuktian. 
Tulisan Mudahnya Menentukan 1 Ramadhan dan Sistem Kalenderisasi Dunia merupakan satu teori dimana dijelaskan bahwa bulan-bulan (asy syahra) dalam kalender Hijriyah mempunyai jumlah yang selalu sama yaitu Muharram (30 hari), Safar (29 hari), Rabiul Awal (30 hari), Rabiul Akhir (30 hari), Jumadil Awal (29 hari), Jumadil Akhir (30 hari), Rajab (29 hari), Sya’ban (30 hari), Ramadhan (29 hari pada Tahun Normal dan 30 hari pada tahun Kabisat), Syawal (29 hari), Dzulkaidah (30 hari) dan Dzulhijjah (29 hari); selanjutnya Tahun Kabisat terjadi pada tahun ketiga dengan bertolak tahun 0 sebagai tumpuan awal kabisat.


Terkait dengan Hisaab sebagai teori dan Ru’yah sebagai pembuktian maka perhatikan keterangan berikut:






Dia yang mencipta matahari bersinar dan bulan sebagai pemantul sinarnya selanjutnya menetapkan bulan dalam berbagai posisi agar kalian berilmu hitungan tahun (kalenderisasi) dan ilmu hisaab,.... (Q.S. Yunus: 5).



....Maka siapapun dari kalian mampu mempersaksikan bulan, maka hendaklah kalian berpuasa menurutnya,... (Q.S. al Baqarah : 185)

Perhatikan kata yang dicetak merah :
Kata bulan dalam Surat Yunus adalah al qamar merupakan kata yang menunjuk benda yaitu bulan satelit bumi satu-satunya, yang membentuk posisi konjungsi sehingga terjadi gerhana matahari, sejajar di sebelah kiri bumi sehingga membentuk bulan separuh (half-moon), membentuk oposisi sehingga terjadi gerhana bulan, sejajar di sebelah kanan bumi sehingga terbentuk half-moon kembali.

Kata bulan dalam Surat Baqarah adalah asy-syahra merupakan kata benda abstrak, misalnya syahru (bulan) Ramadhan, syahru haram yang pengertiannya sama seperti bulan Januari atau September. 
Teknik Ru’yah Ayyamul Biidh
Teknik ini digunakan sebagai cara untuk membuktikan keshahihan teori bahwa: “jumlah hari setiap bulan adalah tetap dan tidak berubah. Muharram 30 hari, ...., Rabiul Akhir 30 hari,..., Sya’ban 30 hari,..., Syawal 29 hari, Dzulkaidah 30 hari dan Dzulhijjah 29 hari.” 
Ayyamul Biidh atau Hari-hari Purnama mendasarkan pada Hadits berikut:
Dari Abu Dzar, bahwa dia berkata: “Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda” “Wahai Abu Dzar, jika kamu hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada hari 13, 14, dan 15”.  HR Turmudzi, III, hal 230 no. 692.
Bagaimana pengukurannya?
Sederhana !  Misalkan kita akan melakukan pembuktian bahwa Rabiul Akhir memiliki 30 hari.  Maka mulailah penghitungan sejak tanggal 13, 14, 15 bulan Rabiul Akhir.

Bagaimana mengetahui hari itu tanggal 13?
Mudah ! Bagi siapa saja yang berada di dekat katulistiwa, kurang dari 23 ½ derajat lintang utara dan lintang selatan, selepas maghrib, tengoklah ke arah langit timur dan lihat wajah (rem-)bulan pasti bulat sempurna (full-moon).  Itulah purnama pertama, tanggal 13 penanggalan hijriyah.
Bagaimana mengetahui hari itu tanggal 14?
Sama ! Hanya saja (rem-)bulan akan sedikit terlambat munculnya dibanding tanggal 13.  Namun saat itu juga purnama kedua.  Juga berlaku sama untuk tanggal 15 sebagai purnama ketiga dalam penanggalan hijriyah.Lakukan penghitungan di atas kertas hingga tanggal 29 dan 30, dan lakukan penandaan pada kedua tanggal tersebut, karena itulah saat-saat krusial dimana hari hari tersebut malam benar-benar gelap tanpa bulan sehingga disebut bulan mati.  Penghitungan kembali dilanjutkan sampai datang tiga hari purnama (13,14,15).

Disitulah kita dapat melakukan pembuktian hitam di atas putih apakah Rabiul Akhir 29 hari atau 30 hari. Lakukan pembuktian tersebut sepertihalnya Rasul Muhammad melakukannya tanpa lelah dengan berpuasa setiap Ayyamul biidh baik dalam bepergian maupun bermukim seperti yang diriwayatkan Bukhari.  Bagaimana jika bulan purnama tiga hari tidak kelihatan entah karena hujan yang tak henti-hentinya atau kita sedang menjelajah Antartika bersama keluarga?  Sederhana, seperti pepatah di mana ada kemauan di situ ada jalan, tak ada rotan akar pun jadi.  Tak ada rembulan, anda gunakanlah Stellarium, free-software. Anda seperti berhadapan dengan bulan kapanpun dan dimanapun Anda berada.
Mengenai Pembuktian bulan Sya’ban 30 hari baca artikel Nisfu Sya’ban: Strategi Meru’yah Ramadhan di Tengah Sya’ban.

_________________________________________
Terima kasih kepada www.edukasi.net untuk gambar pada awal artikel.









No comments:

Post a Comment

Post a Comment